Selasa, 3 November 2026
Turnamen The International Dota 2 dan Rekor Hadiah Esports Terbesar S

The International Dota 2 dan Rekor Hadiah Esports Terbesar Sepanjang Sejarah

Selasa, 3 November 2026 10:12 WIB | Redaksi Esportika

Laporan yang beredar Senin (2/11/2026) menyoroti The International, turnamen Dota 2 milik Valve, sebagai turnamen dengan pembayaran hadiah terbesar dalam sejarah esports. Total hadiahnya pernah menembus sekitar USD 40 juta pada edisi 2021, sebagian besar berasal dari dana komunitas lewat Battle Pass, jauh melampaui turnamen game lain pada masanya.

Sebuah laporan yang dirilis pada Senin (2/11/2026) kembali menyoroti fenomena The International (TI), kejuaraan tahunan Dota 2 di bawah pengembang Valve. Sorotan utamanya tertuju pada total hadiah turnamen tersebut, yang dinilai sebagai pembayaran terbesar yang pernah ada dalam sejarah esports. Angka yang pernah dicapai TI bahkan sempat melampaui hadiah banyak turnamen olahraga elektronik lain yang digelar pada periode yang sama.

Mengapa Total Hadiah The International Bisa Mencapai Rekor?

Kunci besarnya hadiah TI terletak pada skema pendanaan yang melibatkan komunitas pemain. Sejak 2013, Valve membuka partisipasi publik melalui pembelian Battle Pass atau pendahulunya, Compendium. Sebagian dari setiap penjualan, yakni sekitar 25 persen, dialirkan langsung ke kolam hadiah. Model inilah yang membuat total hadiah membengkak jauh melampaui kontribusi awal dari pengembangnya sendiri. Edisi perdana TI digelar pada 2011 di Cologne, Jerman, dengan total hadiah USD 1,6 juta. Angka itu menjadi yang terbesar di esports pada masanya. Sepuluh tahun kemudian, pada TI10 tahun 2021, total hadiah mencapai sekitar USD 40 juta, rekor tertinggi untuk satu turnamen esports hingga kini. Tim asal Rusia, Team Spirit, keluar sebagai juara edisi tersebut dan membawa pulang pangsa sekitar USD 18,2 juta.

Bagaimana Perkembangan Hadiah The International Setelah Rekor Itu?

Setelah 2021, tren total hadiah justru menurun. Valve mengubah model pendanaannya, termasuk menghentikan Battle Pass konvensional dan menggantinya dengan skema kontribusi langsung pada beberapa edisi. Akibatnya, total hadiah TI pada edisi 2023 dan 2024 dilaporkan turun ke kisaran USD 2-3 juta. Meski begitu, rekor sekitar USD 40 juta yang dibuat pada 2021 belum terpecahkan oleh turnamen satu judul game mana pun. Laporan terbaru itu pada dasarnya menegaskan kembali posisi The International sebagai tolok ukur besarnya hadiah di industri esports. Dari panggung kecil di Cologne pada 2011 hingga puncak USD 40 juta pada 2021, pertumbuhan kolam hadiah TI merekam perubahan skala industri esports secara keseluruhan. Kini, arah perkembangan hadiah turnamen tersebut kembali bergantung pada model pendanaan yang dipilih Valve dan respons komunitas pemainnya.

AspekDetail
TurnamenThe International (TI), kejuaraan tahunan Dota 2 milik Valve
Edisi perdana2011 di Cologne, Jerman; total hadiah USD 1,6 juta
Model hadiahCrowdfunding komunitas lewat Battle Pass/Compendium, sekitar 25 persen penjualan masuk kolam hadiah
Rekor tertinggiSekitar USD 40 juta pada TI10 (2021)
Pemenang edisi rekorTeam Spirit, dengan pangsa juara sekitar USD 18,2 juta
  • 2011: TI perdana digelar di Cologne dengan hadiah USD 1,6 juta, terbesar di esports saat itu.
  • 2013: Valve memperkenalkan Compendium, memulai era kolam hadiah yang dibiayai komunitas.
  • 2019: TI9 di Shanghai mencapai sekitar USD 34,3 juta; OG mencatat gelar juara dunia kedua secara beruntun.
  • 2021: TI10 mencetak rekor sekitar USD 40 juta, tertinggi untuk satu turnamen esports.
  • 2023-2024: Total hadiah turun ke kisaran USD 2-3 juta setelah perubahan skema pendanaan Valve.

Sumber: Shane the Gamer (shanethegamer.com)

Baca Juga